GERMANY
Kenapa germany ?
Sebagai salah satu negara dengan reputasi yang kuat di dunia pendidikan, riset, dan industri, Germany atau Jerman sering menjadi negara pilihan bagi para pelajar internasional.
Kota-kota di Germany masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri. Mulai dari Berlin, Munich, Hamburg, Frankfurt, hingga Heidelberg yang dikenal sebagai kota pelajar, pusat industri di bidang engineering, automotive, tech, dan science.
Germany memiliki tata kota yang rapi dengan transportasi publik yang beragam. Di sini, kamu juga bisa menikmati suasana taman kota, hutan, sungai, hingga pegunungan.
Germany juga mengalami empat musim, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin. Buat banyak student internasional, ini jadi pengalaman baru yang cukup berkesan terutama saat autumn dan winter vibes-nya.
Dalam kehidupan sehari-hari, bahasa German tetap jadi bahasa utama, baik di kampus hingga bekerja. Walaupun ada beberapa kampus yang menyediakan program berbahasa Inggris, memiliki kemampuan bahasa German jelas bikin hidup lebih mudah selama tinggal di German.
Sistem Pendidikan
Tahun akademik di Germany umumnya dibagi menjadi Winter Semester (Oktober) dan Summer Semester (April).
A. German Language Programmes
Di German, student internasional wajib memenuhi persyaratan bahasa German sebelum melanjutkan studi. Oleh karena itu, baik universitas, Studienkolleg, atau institut bahasa resmi menyediakan German language preparation programmes.
Durasi program mulai dari beberapa minggu hingga sekitar ±1 tahun, tergantung level, kebutuhan student, dan target studi.
Kemampuan bahasa German diukur menggunakan standar CEFR (A1-C2) dan biasanya dibuktikan melalui tes TestDaF, DSH, Goethe-Zertifikat, dan Telc.
Berikut gambaran level dan penggunaanya:
| Level (CEFR) | Kemampuan | Digunakan Untuk |
| A1-A2 | Percakapan dasar & kalimat sederhana/sehari-hari | Program bahasa pemula |
| B1 | Sudah bisa memahami teks & percakapan menengah | Syarat awal masuk kursus intensif / sebagian Studienkolleg |
| B2 | Mampu mengikuti diskusi & materi akademik dasar | Syarat masuk Studienkolleg & sebagian program Bachelor |
| C1 | Akademik lanjutan & argumentatif | Syarat masuk Undergraduate & Postgraduate |
| C2 | Level hampir setara native | Jarang diwajibkan, tapi jadi nilai tambah |
B. High School
Jenjang High School/Secondary Education di Germany dimulai lebih awal dibandingkan negara lainnya. Setelah lulus primary school (Grundschule), student lokal sudah masuk jalur secondary education (usia 10-11 tahun)
Student lokal yang ingin lanjut ke universitas akan masuk jalur akademik (Gymnasium) dan melanjutkan ke upper secondary level untuk mendapatkan Abitur. Abitur inilah yang menjadi syarat utama masuk universitas Germany.
Sementara itu, lulusan Indonesia perlu melalui jalur penyetaraan seperti Studienkolleg sebelum melanjutkan ke pendidikan tinggi.
C. Foundation / Preparatory Programmes (Studienkolleg)
Bagi student internasional yang ijazah SMA-nya belum setara Abitur, Germany menyediakan Studienkolleg dengan durasi ±1 tahun dan fokus pada penyetaraan akademik, bahasa German, dan persiapan ujian Feststellungsprüfung (FSP) sebagai syarat masuk universitas.
D. Professional & Vocational
Germany juga sangat kuat dengan sistem vocational & applied education. Program vocational sangat fokus pada kebutuhan industri dan kesiapan kerja, dengan durasi studi umumnya 2–4 tahun, tergantung jalur dan bidang.
Contohnya seperti Ausbildung yang merupakan kombinasi belajar dan kerja, hingga Universities of Applied Science (Hochschulen) yang menawarkan pendidikan penuh praktek.
E. Higher Education
Universitas di Germany menyediakan program Undergraduate dan Postgraduate, antara lain: Sarjana (masa studi 3-4 tahun), Magister (1-2 tahun), dan Doktoral/PhD biasanya research-based (3-5 tahun).
Biaya Kuliah & Hidup
A. Tuition Fee
| Universitas | Diploma (EUR/tahun) | Undergraduate (EUR/tahun) | Postgraduate (EUR/tahun) |
|---|---|---|---|
| Technical University Munich | - | 0 - 3000 | 0 - 3000 |
| LMU Munich | - | 0 - 3000 | 0 - 3000 |
| Universität Heidelberg | - | 0 - 3000 | 0 - 3000 |
| Humboldt University of Berlin | - | 0 - 3000 | 0 - 3000 |
| Charité - Universitätsmedizin Berlin | - | 0 - 3000 | 0 - 3000 |
| RWTH Aachen University | - | 0 - 3000 | 0 - 3000 |
| University of Bonn | - | 0 - 3000 | 0 - 3000 |
| University of Tübingen | - | 0 - 3000 | 0 - 3000 |
| EU Business School | - | 6000 - 8000 | 5000 - 8000 |
| SRH Berlin | 10000 - 18000 | 10000 - 18000 | 10000 - 20000 |
B. Living Cost
| Kategori | Estimasi Biaya Hidup (EUR/bulan) |
|---|---|
| Akomodasi | 600 - 1000 |
| Makanan & Groceries | 200 - 350 |
| Transportasi | 0 - 80 |
| Utilities | 100 - 200 |
| Total | EUR 900 - 1630 |
Beasiswa
A. Erasmus Mundus
Program beasiswa dari Uni Eropa yang memungkinkan mahasiswa internasional (termasuk Indonesia) menempuh program Master joint degree di beberapa negara Eropa, termasuk Germany sebagai salah satu host country. Beasiswa ini umumnya mencakup tuition fee, biaya hidup bulanan, asuransi, dan biaya perjalanan.
B. DAAD Scholarship
DAAD merupakan beasiswa paling populer dari pemerintah Germany untuk mahasiswa internasional. Tersedia untuk berbagai jenjang, terutama Master dan PhD, dengan cakupan biaya kuliah, living allowance bulanan, asuransi, hingga subsidi riset.
C. Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) Scholarship
Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa internasional berprestasi dengan kepedulian sosial dan leadership. Tersedia untuk jenjang Undergraduate hingga Postgraduate, termasuk student dari Indonesia, dengan bantuan biaya hidup dan dukungan akademik.
D. University Scholarships
Selain beasiswa di atas, hampir seluruh universitas di Germany juga menyediakan beasiswa internal (University Scholarships). Beasiswa ini umumnya diberikan berdasarkan prestasi akademik, non-akademik, atau subject tertentu dalam bentuk potongan biaya kuliah (tuition fee reduction).
Peluang Kerja
A. Kerja Part-time
Mahasiswa internasional di Germany diizinkan oleh Pemerintah untuk bekerja part-time selama masa studi.
Student internasional boleh bekerja hingga maksimal 140 hari per tahun (setara ±20 jam per minggu saat semester berlangsung). Pekerjaan yang umum diambil antara lain di sektor hospitality, retail, warehouse, hingga student assistant (HiWi) di kampus.
B. Professional Internship
Internship di Germany sangat umum dan sangat didorong, bahkan bisa menjadi bagian dari kurikulum akademik. Durasi dan jam kerja bisa sekitar 3-12 bulan dengan stipend €800–€1,500 per bulan.
C. Graduate Opportunities
Setelah lulus, mahasiswa internasional di Germany dapat mengajukan Post-Study Job-Seeking Residence Permit yang memungkinkan lulusan tinggal hingga 18 bulan untuk mencari pekerjaan yang relevan dengan bidang studi.
D. Peluang Permanent Residency (PR)
Germany membuka jalur Permanent Residency (Niederlassungserlaubnis) bagi lulusan internasional.
PR hanya dapat diajukan setelah tinggal dan bekerja secara legal di Germany selama 2-4 tahun, memiliki pekerjaan tetap, dan memenuhi persyaratan bahasa.
Dengan status PR, kamu dapat tinggal dan bekerja jangka panjang di Germany tanpa perlu memperbarui izin tinggal secara berkala, dan ini juga menjadi langkah awal menuju German citizenship.
Persyaratan Aplikasi Studi
Persyaratan masuk universitas di Germany bisa berbeda-beda, tergantung jurusan, jenjang studi, serta latar belakang pendidikan. Namun, ada beberapa jalur utama yang bisa ditempuh student dari Indonesia untuk lanjut studi ke Germany.
A. General Undergraduate Entry Requirement
Untuk program S1, pelajar Indonesia dapat masuk universitas Germany melalui beberapa jalur, menyesuaikan dengan kualifikasi akademik dan kebijakan masing-masing universitas.
- Direct Entry
Student dengan kurikulum internasional seperti A-Level atau International Baccalaureate (IB) umumnya dapat direct entry ke program S1 apabila memenuhi persyaratan akademik dan bahasa (umumnya Bahasa Inggris & German).
Lulusan SMA kelas 12 kurikulum nasional tidak eligible untuk direct entry. Jika persyaratan belum terpenuhi, universitas dapat merekomendasikan preparatory programme (Studienkolleg) terlebih dahulu. - Foundation / Preparatory Programme (Studienkolleg)
Lulusan SMA kelas 11/12 kurikulum nasional dan IGCSE umumnya bisa mengikuti Foundation / Preparatory Programme (Studienkolleg) sebelum masuk S1 jika belum memenuhi persyaratan akademik, bahasa German, dan mempersiapkan ujian akhir Feststellungsprüfung (FSP) sebagai syarat masuk universitas. Durasinya biasanya sekitar 1 tahun, dan setelah lulus, student dapat melanjutkan ke Year 1 program S1. - Professional & Vocational
Germany juga memiliki jalur profesional dan vocational education yang berfokus pada keterampilan praktis dan kesiapan kerja, biasanya ditawarkan oleh Ausbildung atau University of Applied Sciences (Hochschulen). Durasi studi umumnya 2–4 tahun, tergantung program dan institusi.
B. General Postgraduate Entry Requirement
Student harus sudah menyelesaikan degree di tingkat undergraduate, serta persyaratan akademik dan bahasa sesuai ketentuan universitas tujuan.
C. Language Requirement
Untuk program studi di Germany, bahasa pengantar utama adalah Bahasa German dengan beberapa institusi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
- Foundation/Preparatory Programmes (Studienkolleg)
Untuk masuk Studienkolleg, wajib memiliki sertifikasi Bahasa German minimum level B1-B2 (CEFR).
Studienkolleg juga membutuhkan IELTS overall 4.5-5.5 atau TOEFL iBT 59. - Undergraduate
Umumnya mensyaratkan German level C1, untuk universitas dan jurusan yang German-taught.
Untuk program English-taught, dibutuhkan IELTS overall 6.0-6.5 dengan minimum 5.5-6.0 di setiap subtest. - Postgraduate
Umumnya mensyaratkan German level C1, tergantung universitas dan jurusan.
Untuk program S1 berbahasa Inggris, dibutuhkan IELTS overall 6.0-6.5 dengan minimum 5.5-6.0 di setiap subtest.
Beberapa jurusan seperti Medicine, Education, Law, Engineering, atau program yang berbasis riset dan komunikasi intens dapat menetapkan standar bahasa yang lebih tinggi, baik Bahasa German maupun Bahasa Inggris, sesuai kebijakan universitas.